[FAST FASHION] FAKTA MENGEJUTKAN DIBALIK PAKAIAN MURAH DAN TRENDI

  


     Pernahkah kamu melihat pakaian baru yang di jual dengan harga yang sangat murah namun memiliki model yang trendi? Ya, pastinya kamu pernah melihatnya atau bahkan tergiur untuk membeli produk tersebut.  

    Pakaian trendi yang diproduksi secara massal dalam waktu singkat dan dijual secara murah adalah produk dari konsep fast fashion dalam dunia industry fashion. Industri Fast fashion menawarkan produk dengan model trendi secara intens pada masyarakat setiap bulannya. Adapun harga pakaian yang terjangkau semakin meningkatkan sifat konsumtif dikalangan masyarakat secara tidak langsung. 

     Konsep ini awalnya tercipta untuk memenuhi kebutuhan dijaman generasi baby boomers yaitu pada tahun 1960-an karena pada masa tersebut populasi generasi ini lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya dan selaras dengan tingkat ekonomi yang lebih baik menyebabkan tingkat konsumtif generasi ini lebih tinggi. Akibat hal tersebut para produsen pakaian memproduksi pakaian siap pakai (ready-to-wear) dengan jumlah yang banyak. Pakaian dengan harga yang lebih murah adalah yang paling diminati. Oleh karena itu, produk pakaian dengan harga yang murah dijual dengan mengikuti model pakaian yang sedang trendi dipasaran dan diproduksi secara besar besaran serta dalam waktu yang singkat untuk megejar antusias masyarakat pada pakaian yang sedang trand tersebut. Normalnya pakaian-pakaian baru diluncurkan setiap 2 kali dalam satu tahun yakni pada musim gugur dan musim dingin, namun konsep fast fashion mengubah hal tersebut menjadi 2 kali dalam satu bulan untuk mengeluarkan pakaian-pakaian terbarunya.

    Perusahaan dengan konsep fast fashion berorientasi untuk menghasilkan keuntungan yang setinggi tingginya sehingga kerap mengkesampingkan dampak yang terjadi akibat konsep fast fashion ini. Secara garis besar terdapat dua aspek yang paling berdampak yakni sosial dan lingkungan. 

Dampak Sosial

1.Berdasarkan Fashion Checker 93% merek tidak membayar pekerja garmen dengan upah layak

2.Berdasarkan Fashion Checker 80% pekerja garmen adalah perempuan dan mereka secara rutin dibayar lebih rendah dari rekan kerja laki-lakinya

3. Berdasarkan Fashion Checker 35% pekerja garmen yang disurvei di Bangladesh pernah mengalami kekerasan dari supervisor tempat kerja

4. Lebih dari 1000 orang tewas pada peristiwa runtuhnya Rana Plaza pabrik terbesar produksi pakaian pada tahun 2013 dimana runtuhnya bangunan tersebut karena bangunan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur bangunan.

Dampak Lingkungan

1. Industri fast fashion biasanya menggunakan pewarna tekstil yang murah dan berbahaya, sehingga dapat menyebabkan pencemaran air dan beresiko terhadap kesehatan manusia. Poliester adalah salah satu bahan baku yang paling banyak digunakan dalam industri fast fashion yang berasal dari bahan baku fosil, sehingga saat dicuci akan menimbulkan serat mikro yang meningkatkan jumlah sampah plastic dan berdasarkan pemaparan dari Yayasan Sup Plastik, Industri fashion dan pakaian jadi bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari semua mikroplastik yang ditemukan di laut.

2. Selama Pekan Revolusi Mode 2021 Fashion Revolution, muncul bahwa 200 juta pohon ditebang setiap tahun untuk membuat kain selulosa, 35-40% di antaranya berasal dari hutan tua.

3. Grup Inditex (perusahaan induk Zara, Mango, dan lainnya) bertanggung jawab untuk memproduksi 508.012 metrik ton CO2 pada tahun 2019

4. Berdasarkan Bisnis Fashion Volume produksi garmen tumbuh sebesar 2,7% setiap tahun dan kurang dari 1% produk yang didaur ulang menjadi garmen baru

5. Setiap tahun industri fashion dunia menyumbangkan tak kurang dari 20% limbah air bumi dan 10% dari emisi karbon dioksida di planet kita, seperti dikutip dari Komisi Ekonomi Eropa PBB. Limbah dan polusi hasil buangan industri ini lebih banyak dari hasil emisi gabungan seluruh penerbangan internasional dan pelayaran.

6. Menurut angka PBB, dibutuhkan hampir 8000 galon air untuk membuat satu celana jins dan jumlah yang sama untuk kebutuhan air minum 1 orang dalam tujuh tahun.

    Yaps, itulah yang pernah terjadi dan akan terus terjadi apabila kita masih terus memberikan perhatian pada produk fast fashion. Yuk mulai sekarang bijak dalam berpakaian.

 


Komentar